http://youtu.be/N4tcMTEABsk

A father takes his autistic son to a Coldplay concert.

Kemaren di Mamah Dedeh dibahas, bahwasannya anak-anak seperti mereka lebih istimewa daripada anak-anak sehat dan normal.

Mereka meminta kita berbuat lebih dari yang diinginkan kebanyakan orang tua.

Yang menjadikan kita lebih kuat, sabar dan lebih ikhlas dari kebanyakan orang tua.

Yang pada akhirnya merekalah yang mendidik kita menjadi manusia yang lebih utuh lagi.

#YouCryYouLose

Have a nice day, Sahapath. – with Rinto

View on Path

Advertisements

All you need is one song. That can touch the hearts of many. That can make every woman feel like it was about them, no matter how unpretty. Even if their day was exceptionally sh*tty.

Perhaps that one song is all you need to get yourself a key to heaven.

RIP Prince.

*purple & gold confetti all around*

#np The Most Beautiful Girl In The World

View on Path

#malamjumatreminder

Kejadiannya sore-sore saat masih terang. Saya sedang duduk merokok sambil menyetem gitar di teras rumah. Teras rumah kami menghadap ke bundaran komplek yang ramai ruko-ruko yang selalu berganti penyewa setiap enam bulan sekali. Hanya beberapa toko yang bisnisnya mampu bertahan.

Tulisan ‘DI SEWAKAN’ di ruko yang sebelumnya berjualan ikan bakar yang guling tikar sudah hilang.

Kejadiannya sore-sore saat masih terang. Sosok seorang gadis berambut panjang sedang menyapu dengan sapu lidi bergagang kayu. Rambut hitam lebat panjangnya berhenti pas di atas pinggang. Berkilauan diterpa cahaya senja yang hangat. Kopiku sudah tidak.

Sambil bersenandung saya menunggu-nunggu gadis itu berbalik. Menyapu sampah kertas dan daun yang diterbangkan angin di belakangnya. Siapa tahu tipikal cewek “Punggung Malam Minggu, Muka Malam Jumat”.

Kira-kira bisnis apa yang akan mereka coba tawarkan di kampung berdaya beli rendah yang ibu-ibunya lebih suka membikin kue daripada membeli.

Hampir jenuh saya menunggunya berbalik manakala Ibu memanggil dari dalam menyusul aroma putukambing yang sampai ke hidung saya duluan, “Iye’.” sahutku santun. Sambil berdiri mengangkat gelas kopi dan tatakannya. Sekali lagi saya tengok perempuan itu.

Perempuan itu sudah berbalik, akan tetapi yang saya lihat membuat gelas dan tatakan dalam pegangan jatuh dan pecah berantakan.

Poni hitam lebat panjangnya turun melewati wajah, leher, tanpa jeda tanpa celah dan berhenti tepat di atas perutnya.

View on Path

Listening to One More Time, One More Chance by Fine

Denger lagu ini. Paham liriknya sedikit-banyak, masuk banget sama book3, 1Q84.

The longing to meet one another, even at a crossroad, at a newspaper stand, a travel agency. A miracle.

Totally in line with the Tengo and Aomame I’m reading about at the moment.

Jadi maaf kalau nyanyinya terlalu bawa perasaan. 😜

Ujung-ujungnya link SMULE.

http://www.smule.com/p/500021503_346020382

Listening to One More Time, One More Chance by Fine

Preview it on Path