To Illustrate or Not To illustrate

Belakangan berpikir untuk menambah ilustrasi pada postingan di koprolkata ini.

Tapi menurutku di satu sisi ilustrasi adalah pencurian hak pembaca untuk berimajinasi.

Apakah maksud adanya ilustrasi itu untuk membantu pembaca dalam memvisualisasi cerita? Menambah bumbu estetis pada kisah? Atau semacam dekorasi? *ponders*

Sejak mulai membaca buku tanpa ilustrasi (baca: “buku orang gede” cie..) saya mulai menikmati kebebasan sebagai pembaca untuk membayangkan apa yang dideskripsikan oleh penulis. Menjadikan kisah itu sebagai milikku setidaknya selama ia dalam genggaman daya khayalku.

Barangkali jika dianalogikan, buku tanpa ilustrasi adalah sepeda tanpa roda bantu. Lebih ‘wuuushh’ larinya. You can feel the wind in your hair.

Lalu untuk blog. Apa perlu mencomot dari ribuan gambar yang tersedia dan tinggal menyalin-tempel alamat sumber dengan kata-kata manis ‘courtesy of’, dengan harapan apa yang dibayangkan penulis tidak disalahartikan oleh pembaca?

Entahlah. Barangkali aku salah.

3 thoughts on “To Illustrate or Not To illustrate

  1. Kalau menurut wordpress sendiri menambah gambar atau foto sebagai judul posting dapat membantu untuk menarik mata pengunjung blog.

    Tapi saya sendiri setuju untuk tidak menambah foto apapun. Karena blog dengan tampilan sederhana namun dengan tulisan yang renyah untuk dibaca lebih nikmat.

    Seperti blog yang kamu punya ini. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s