Ayunan Yang Menunggu Giliran

Benakmu taman bermain, Disa.
Sahabatmu bunga-bunga.
Pohon-pohon gulali ceritanya pohon Sakura.
Bebatuan terbuat dari beragam kadar coklat dan kerikil adalah permen karet yang tak berbahaya jika ditelan.

Benakmu taman bermain, Disa.
Setiap pagi matahari dan hujan adu suit.
Namun aroma kopi kapal api yang dibawa angin mendamaikan keduanya.
Angin yang sesekali mencolek pipimu sampai menumpahkan semuanya.

Ya matahari, ya hujan, ya kopi.

Benakmu taman bermain, Disa.
Hamparan rumput imajinasi yang luas.
Penuh bunga-bunga.
Siapapun boleh singgah dan tumbuh di sana.

Benakmu taman bermain, Disa.
Yang pada cakrawalanya terdapat sebuah bukit.
Sebuah pohon Banyan tumbuh di sana.
Tubuhnya condong menaungi sebuah ayunan.

Ayunan yang diam-diam memperhatikan gadis yang selalu asik bermain dalam benaknya sendiri.
Yang dengan gitar dan katakemata menari-nari.
Ayunan yang tak sabar menanti gilirannya tiba, nanti suatu hari.



Happy Birthday Disa!
May Allah Bless You, always and always. *kiss*

One thought on “Ayunan Yang Menunggu Giliran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s