Only Love

“Udah dong, Bu. Ngga ada bahan lain apa yang harus diomongin kalau Tante Ranti dateng?” protesku sambil mengendalikan mobil di dalam layar televisi, tak mau dikalahkan oleh cewek yang lidahnya suka melet-melet kalau keasikan main PS.
“Biarin aja, Tante! Seluruh dunia, kalau perlu harus tau. Kalau cinta pertama Bara itu Nina.” sambil menjulurkan lidahnya ke mukaku.
Aku menoyor dahinya yang nonong, “Anak kecil kan pikirannya pendek. Mana ngerti gue kalo gedenya bakalan blesek gini.”
“YAAAAYYY! Juara! Eat that! Biar blesek seengganya gue ngga kalah main PS sama cewek.” ia melempar joystick ke atas sofa dan menyusul Ibu dan Tante Ranti ke ruang tamu.

“Ceritain lagi dong Tante, gimana gaya pacaran Bara sama Nina?” ucapnya cuek sambil mencomot kue-kue. Sengaja dikencangkan suaranya supaya aku dengar.
“Ngga denger! Ngga denger!” aku bernyanyi berusaha menghalau suara-suara para wanita.

“Ceritanya begini, Bara yang sudah lama minta-minta adik seneng banget pas Nina pindah ke rumah sebelah.” Ibu mulai dengan kisah yang sudah kuhapal di luar kepala. Kisah klise.

“Bukan gitu, Bu. Kalo mau jujur, Bara suka sama Nina karena waktu itu baru Nina yang punya SEGA console di kompleks kita ini. Semacam modus, supaya bisa nebeng main.” ucapku enteng sambil mematikan console dan ikut nimbrung sebentar meski 3 lawan 1.

“Alaaaahh… Sekarang aja ngga mau ngaku. Tante masih simpan lho cincin mainan yang Bara kasihkan ke Nina dulu, sambil ngomong, ‘Kalo gede, Bara mau kawin sama Nina.'”

“Naaahh! Gongnya keluar juga akhirnya. Periksa kembali barang bawaan Anda jangan sampai tertukar ataupun berpindah tangan.” ucapku asal sambil berjalan keluar pagar. “Bara mau beli rokok dulu bentar ya.”

Anak kecil memang berpikiran pendek namun apa yang mereka ucapkan biasanya jujur. Sayangnya, aku yang sekarang belum cukup mapan untuk menjaga Nina dan membahagiakan Nina seutuhnya. Dan sengaja aku tak ingin mereka terlalu berharap, khawatir malah akan mengecewakan nantinya.

Perasaanku pada Nina sejak TK sampai sekarang tak berubah.
Aku sungguh mencintainya.
Nina, gadis kecil berkursi roda.

One thought on “Only Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s