Ulang Tahun Nana

Aku asyik mengamati keadaan rumah kami sore ini. Ruang serba guna tersiram cahaya senja kuning, sekuning gigi anak-anak yang duduk mengelilingi kue tart merah muda yang cantik. Wajah mereka begitu ceria karena sepuluh menit lagi adzan Magrib akan berkumandang. Di hadapan tiap anak sudah ada sekotak Happy Meal untuk berbuka. Pak Ustadz sedang membacakan doa untuk Nana. Anak perempuan yang kini matanya berkaca-kaca di balik kacamata. Ayah dan Ibunya duduk jauh di belakang. Khawatir menampilkan kasih-sayang orangtua anak yang mungkin tak pernah dirasakan oleh anak-anak lain di rumah ini, termasuk aku, pun agar Nana bisa berempati.

Namaku Nana dan seharusnya aku juga milad yang kesepuluh tahun ini, tapi entah tanggal berapa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s