Uyvalia Unun

Aku terbangun oleh serpihan-serpihan mentari pagi yang dicacah jendela kereta dan tiang-tiang listrik di luar sana. Kereta melaju membelah lautan padi. Hijau yang paling kusuka.

***

“Kalau aku disuruh memilih aku akan menamakan warna pensil ini ‘Hijau Padi’.” ketika kiriman pensil warna hadiah darinya tiba. Kiriman bulan ke-14. Tangan kananku menempelkan gagang telpon di telinga sedangkan pensil anyar berwarna hijau tersebut asyik berputar disela-sela jemari tangan kiri.

Rice Paddy Green ya.. Apa ngga kepanjangan?” suaranya terkesan hati-hati, mencoba membetulkan.
“Ya, kalau menggunakan bahasa Inggris kepanjangan lah. Pakai bahasa Indonesia dong. Kalau ada yang namanya Norwegian Sky, Lettuce Green, bahkan Drizzly Afternoon, kenapa ngga ada yang dinamakan Hijau Padi?” tiba-tiba kusadari ketololanku, “Eh, bener juga. Bahasa Inggris semua ternyata. Hm.. Okay then. How’s about, Bali Green?” protes sendiri lalu mengalah sendiri.
Ia terkekeh.

“Nanti kita usul pada Felissimo-nya ya?”
“Iyaa..” jawabku tersenyum.

Pensil warna darinya datang sebulan sekali sebanyak 25 warna selama 20 bulan. Hadiahnya untukku karena berhasil menerbitkan novel pertamaku. Dan jika pensil warna itu lengkap, genap pula 5 tahun + 20 bulan, kurang-lebihnya lama waktu kami saling mengenal dan berteman. 5 tahun 20 bulan, berteman tanpa pernah bertemu.

***
“Saya pesan nasi goreng dan teh manis panas, ya. Makasih!” pesanku sambil tersenyum mengembalikan lembaran kertas menu yang lusuh meski dilaminating. Berapa ribu kilometer yang sudah ditempuh menu mungil itu? Sudah berapa ratus kali ia berpindah tangan? Ia terus setia memberi kerjaan pada pramugari kereta dan koki kereta yang entah bersembunyi di mana.

Matahari telah tinggi. Untung kereta ini ber-AC, kalau tidak aku sudah mandi keringat dan kipas sate yang dijual Rp.10.000 tapi masih bisa ditawar separuh harga mestilah menjadi satu-satunya penyelamat.

Aku teringat kali itu. Ketika Ibu panik mendapat kabar Kakak terjatuh dari motor, dan mulailah petualangan seseruan saya dan ibu menaiki kereta ekonomi dari stasiun Senen menuju Jogja. Enggan membiarkan panas membuat kami semakin gerah, sepanjang jalan aku dan ibu puas bertingkah konyol. Tertawa-tawa terus sambil berganti-gantian saling mengipasi. Tanpa sadar sudah membuat pasangan kakek-nenek di depan kami dongkol. Jeruk yang ditawarkan sang suami, sejurus kemudian disimpan kembali oleh sang istri. Aku dan ibu semakin punya bahan untuk ketawa-ketiwi.

***

“Persiapan. Purwokerto. Persiapan, Purwokerto.” seorang pramugara lewat sambil mengumumkan.
Aku menghentikan bacaanku dan memandang ke luar jendela. Jadi ini kota kelahirannya. Entah berapa belas kali aku melewatinya selama masa kuliah tanpa merasakan apa-apa. Kini, mendadak belasan kupu-kupu bersarang di dalam perut.
Akan sangat drama kalau tiba-tiba dia naik ke atas kereta. Imajinasiku mulai badung. Kubayangkan dia naik dari pintu gerbong di hadapanku dan lantas duduk di kursi kosong sebelahku. Tak mungkin. Lagipula kursi sebelahku terisi. Seorang mahasiswi yang sedari tadi asik mengetik entah pada ponselnya.

Kereta perlahan beranjak meninggalkan stasiun. Kubisikkan selamat tinggal pada kotanya. 4 jam lagi berjumpa dengan Jogja. Nasi goreng yang kusantap tadi juga sudah mulai bekerja, memberatkan kelopak mata. Ditambah pemandangan di luar yang kembali monoton rumah-rumah, sawah-sawah-sawah, rumah-rumah, dan akupun tertidur.

“Mbak. Jogja Mbak.” kurasakan pundakku ditowel.
“Haa..” seakan-akan ada yang menendang nyawaku agar segera masuk. Memaksa otak membaca situasi dalam hitungan milidetik.

{ Kereta – Jogja – Tidur – Mangap – Iler – Orang – Lap }

Tangan kananku langsung meraba pipi kiriku yang —benar saja— basah oleh liur. Berpura-pura sedemikian rupa agar terlihat seperti sedang ngulet, kupeperkan bekas liur tadi pada celana jinsku. Semua gerakan kulakukan sebelum melihat orang yang menowelku tadi, mataku masih terpejam. Pura-pura tidur.
“Mbak, sudah sampai.” kali ini suara perempuan. Perempuan yang tadi duduk di sebelahku mungkin. “Mbak, sudah dijemput lho ini.” ia lalu pamit pada seseorang. “Duluan nggih, Mas.”

Hah? Masih ada orang?
Perlahan-lahan aku membuka mata. Sosoknya berdiri di hadapanku, menyengir lebar. Aku menyeringai, dalam hati meringis.

“Nunu..?”
“Hai, Hikari..”
“Sejak kapan ada di sini?”
“Dunno. Sejak Pur Wo Ker To, maybe?”

Kursi di hadapanku posisinya terbalik.
Jadi? Sepanjang Purwokerto hingga Jogja dia duduk di situ? Mataku menatapnya bertanya. Iapun mengangguk mantap.
“Ta-ta-ta-pi? Tadi ngga ada..” aku berusaha mencari celahnya.
“Tadi aku nyari gerbongnya cukup lama.. Btw, kamu tuh mangap tidurnya ya, ternyata. Ngiler pula.”
Huwaaaaaaaaa!!! Jeritku dalam hati.

***

Aku tertawa membaca ulang postinganku di atas. Satu dari beberapa khayalanku tentang apa yang kelak terjadi jika akhirnya aku bisa betul-betul berjumpa dengan sahabatku ini. Sahabat yang menghadiahiku sepotong kertas karton coklat dengan tulisan tangan yang teramat rapih,

Kami berkenalan di Friendster. Ia tersandung fotoku di halaman seorang kawannya lalu membaca salah satu testimoniku tentang buku The Kitchen God’s Wife milik Amy Tan. Rupanya ia menyukai buku yang tak tuntas kubaca tersebut. Dari Friendster, merambah ke SMS dan telpon, pula Facebook dan kini Twitter.

Anugrah Himawan, si sesquipedalian kesayangan. Ia hobi sekali menyertakan kata-kata sulit dalam tulisannya. Memaksaku membuka laman Google ataupun kamus digital. Mungkin karena alasan itu aku menyukainya. Karena aku yang tumbuh besar di negara berbahasa Inggris justru dikalahkan oleh seorang pribumi yang belajar bahasa Inggris pada universitas negeri tua yang berdebu. Aku kagum padanya.

Mind-setnya yang selalu optimis mengajakku untuk lebih banyak berpikir positif. Nunulah yang memberiku deadline. 11.12.13 untuk menerbitkan novelku. Nunu pulalah yang menilai bahwa masih butuh 5 tahun bagiku untuk bisa berpijak kuat sebagai seorang penulis. Awalnya harga diriku terusik, kupikir walaupun teknik menulisku masih jauh dari sempurna, tidakkah 5 tahun itu terlalu lama? Tapi berkat tenggat darinya aku tak lagi berdiam diri sekedar bermimpi menjadi penulis. Duniaku, lingkungan pergaulanku dan bahkan kehidupan cintaku semakin mengerucut seperti panah ke tujuan yang satu yaitu menulis.

****

Feb 2 2011 14.27
Hai kamuuuuuuu.. I’m writing about us for E-Love Story.
Mohon bantuannya ya!
Sure will. How could I assist?
I’ll send you the draft when it’s finished for you to check.
But the deadline’s Feb 6 and I’m nowhere yet. :)
Let loose :p unleash what’s inside.
I’ll wait for the mail.

Feb 2 2011 16.55
Dear Unun. I just read our exchange of SMS all over again. And a crazy idea crossed my mind. :)
Is it ok if I simply copy-pasted our conversations? Would you mind if I exposed ‘our story’?
Love, Little Miss Lazy. :p Hahahaha..
Waw, keren tuh. Ama email-email juga.
Jadi perlu ditambahin pengantar dll.

Boleh? You’re the bestest friend ever!!!
*hugs*
Granted. ;P Wah on true story beneran.

Feb 3 2011 20.03
Malem, Harigelita
Malem, Anugrah… :)
Lagi apa nih?
Nonton ‘West Side Story’ with the ‘rents. :D
Wow, best movie 1961 :D
Yeah.. Too bad can’t see the rest of it. Need to rest. Masuk angin.
Segeralah istirahat.

4 Feb 2011 08.06
Dear Nunu, please send me any file you have of our earliest conversations. Or memories. Thanks dear… I only have June 2010 till now in my phone. :)
I’ll excavate :p ditunggu ya. Siang ini
Alhamdulillah.. Thx. Soalnya tenggat tgl 6 Haha.

4 Feb 2011 11.43
Ga ketemu. Aku browse Friendster udah ngga ada.
Kayaknya ada di testimonial.
Tapi tadi berhenti di tahun 2009.
Padahal testimonialnya ada di 2007/8. So sorry.

Hiks. Ya udah. Tanya jawab aja ya?
Pertama kenalan gimana? Karena buku itu atau..?
Dulu pernah ada aplikasi rekomendasi‘mutual interest’kan?
Aku pernah liat fotomu.
Tak lama, di box testiku ada tulisanmu tentang buku Amy Tan itu.
Dan ada kalimat kalau kamu yakin kita akan berteman baik. Hehe.

:D
Kata-kataku persisnya piye?
Yang “I have a feeling we’ll be good friends.” itu?
Tepat. Yang itu. Hehehe..

24 Jun 2010 20.15
Hai Gie :D
Hi Nunu.
:D
Bisa liat gambar yang aku twit?
Choco Matryoshka?
Yay! Bisaaaa!! :D
Yup. :)

25 Jun 2010 16.23
Hey Droog Day.. Temenin aku weekend ini ya..
I need your company. Thx.
Hahaha.. Droog Day, -nostalgia jaman Friendster-.
Mau ditemenin ke mana?

Di SMS aja. I’m feeling disoriented.
Tp banyak kesibukan. Just be my rock.
Disorientasi dalam?
Life. Thoughts. Ideas. Love.
Citra. Cinta. Dan Cita-cita

26 Jun 2010 18.33
Hai Nunuuuu…
Halo Harigelatoku :D
Lagi OTW ke bandara. Nganter adik.
Ke mana? Adhya?

26 Jun 2010 18.57
#nowlistening Michael Jackson – One Day In Your Life, dalam tempias hujan.
Ke Sydney.
#nowsinging ♪♫ I wanna wake up with the rain. Falling on a tin roof.
While I’m safe there in your arms.. ♪♫
#nowimagining ..
:D

18 Aug 2010 20.55
Malem.
Malam. Lilin. Clay. Play Doh. D’oh! #aposeh ;)
Apa kabarmu?
Fantastic!
Like always kan? Formidable!
Alhamdulillah! Why do I keep associating that word with ‘Forbidden’ and ‘Forgiven’?
Artinya apa sih?
Means : Hebat. Hehe. Konstruksi otak secara otomatis :p

18 Aug 2010 22.05
Gnite, Harigeli-chan.
Hahahaha.

19 Aug 2010 03.43
Sahur Mas Unun..
:D

19 Aug 2010 21.45
Deja phew.. :p
Akhirnya SMS yang aku tunggu datang jua. :D

21 Aug 2010 22.57
Nite

22 Aug 2010 05.19
<3

22 Aug 2010 11.08
Lagi filled with love kayaknya :p
Dunno. U tell me :D
U’re the one who’s feeling it :D
*smoooooooooocchh* (so you can feel it too)
Ahh. Ngga kerasa. Ciuman virtual. Hahahahaha
Salah siapa? :p
Hahahaha. Ga brani.
Can you hear that too? (suara ayam alias “petok petoook!”)
:D
Goodnight, My Virtual Friend.

30 Aug 2010 04.07
#np At The Beginning – Richard Marx & Donna Lewis
#np Chasing Pirates – Norah Jones ;)
Warm feeling all of a sudden.

30 Aug 2010 19.67
Timtam apa Pringles ya? Which is less fattening?
Asal menyenangkan tetep cantik kok. :D
Hahahaha there you go again. ;p
Ga percaya?
Percaya doooooooong ;)
Bukan cuma aku kan yang berstatement?
Wah, ngga tau tuh. :) I don’t keep count. :D
What’s your deal?
I’m not the only one pastinya..hahahaha
What if I said you are? :P
Hahahaha.. Means the other doesn’t notice. Or too shy to say.
Maybe..?
Say what you need to say :D
Watashi ha anata no omocha naritakunai.. :p
Huhuhuhu ga ngerti..
I refuse to be your plaything. :p
How come.
Dunno. Because, somebody might get hurt?

30 Aug 2010 21.02
Masih nonton?
Masih. Sleepy tho..
Mau bobo?
Where you heading with this?
Dunno. You?
My dreams..
Which dream? You have so many..

30 Aug 2010 21.32
Sorry for causing this.
Hm? Ketiduran euy.. :p
Hahahahaha..
Hehehehehe..
Lagi praktek Attractor Factor apa aja?
Jodooooooooohh. Small Office Home Office.
Kok sama sih? :D

31 Aug 2010 19.32
Hargie
I was just about to SMS you.. :D
Iya nih. Pengen SMS :p
Oh. Trus?
Ada daya tarik menarik yang kuat…

31 Aug 2010 19.45
You think? Or you feel? ~Bruce Lee.
I feel. Tatarannya kan perasaan.
Hmm.. ;) then ‘feel’ we shall.
Ga multitasking texting kan? ;p
Uv kors knot. Unlaik sumwan ai no. :p
Hahahaha.. Lagi ngerjain apa?
Doodling. Watching. Twitting & Feeling. You.

31 Aug 2010 20.47
Isn’t love grand? Especially when you’re at the receiving end of it? :D
It really is. Lagi ngalamin kan?
I’d like to believe so. :)
Gimana Masnya? Udah ketemuan?
Hahahahaha. Typical Nunu. Ngangkat trus digubrakin lagi. :p I should really consider making you my enemy instead.
Hahahaha. Abis terakhir dulu kan ceritanya gitu. Sampai minta didoain segala. Enemy? Jangan ah! :P
Yayaya.. Nevermind. :D You said you loved me once, so allow me to hold on to that :p
I did. How long will you?
Hold on? As long as you still. :p
Waaaaaaa.. *sempoyongan*
*lempar banister* Tuh, pegangan. ;)
Ngga kuat kalau dikasih kata-kata ama penulis..
*tucks in* Sleep tight, *kisses forehead*
How early…
Biasanya Unun udah bobo.. :D
Hahaha. Apaan tuh manggilnya gitu. :p Bener udah mau tidur?
Ow, panggilan khusus ya..
Bentar lagi mungkin.
Panggilan dari adik yang kurang ajar. Hahaha.. Udah selesai multitasknya?
Udah.. Bobo dulu ya, Unun.. ;p

31 Aug 2010 23.31
Uyvalia Unun

1 Sep 2010 03.39

Sorry, fell asleep last nite. Thank you for the backward words.
Ketahuan ya =^_^=
Enkripsinya kurang rumit. :p
Sorry semalem ngelindurnya kelewatan.
Yeah. I was shocked.
Shocked in a negative way? Or? Should I apologize? Or are you welcome?
No need to apologize. :D
Oke.
:)

1 Sep 2010 05.34
Hey, if it’s In reverse doesn’t it mean the opposite?
You tell me :p
Nevermind :)

1 Sep 2010 18.42
From the bottom of my heart, I’m grateful we found each other :)
It is all meant to be.

4 Aug 2010 22.16
Kenapa ya tadi sore tiba-tiba aku pengen ketemu kamu.
Hmm? Beats me..
Maksudnya? *ngga mudeng*
‘beats me’ = ‘manaketehe’
Tidak semua hal bisa dijelaskan
Hihihihi.. :)
Apa sih? Kok ngguyu?
Tidak semua hal bisa dijelaskan.
Kalah deh kalo gini
:D

10 Oct 2010 22.17
Girl: Why did you tell me what your profession is?
Porn Star : Because I intend to be friends with you for a long time.
Hmmmmm
Does she prefer to be lied to?
Girl: Your shouldn’t say stuff like that.
Boy: Like what?
Girl: Don’t pretend you don’t know. It’s not
Nice to lead a girl on if you have a steady girlfriend.
Boy: Is that so?
Girl: (forces a smile) of course.
Should he leave or?
Hmmmmmm
Dia cuma butuh berkata: Leave or Stay.
Leave.
Baca ini.

#30HariMenulis Day #21 by @Harigelita http://harigelitaz.tumblr.com

It’s Over.

Kursor itu melayang di atas tombol [Yes] yang dinaungi pertanyaan yang menurutku basa-basi: ‘Are you sure you want to delete this friend?’. Kursor itu mendadak diam. Tak bergerak. Pikiran si empunya tangan sibuk berlarian membuka folder-folder masa lalu. Masa lalu yang selalu menyisipkan pedih palsu.

“Lebih baik sekarang. Sebelum salah satu dari kami menikah.” ucapnya lirih tadi malam. “Iya juga. If one of us gets married, the other will feel like such a chump.” timpalku setuju. Ini adalah percakapan di mana logika kami yang berbicara. Bukan hati. Hati yang selama ini memupuk-mupuk sebuah perasaan yang tidak berlandasan. Yang tidak hak, sebab statusnya ‘In a Relationship’ sedangkan saya ‘Single’.
Seharusnya aku mengenali kebodohan hati yang tidak mawas menerjemahkan isyarat setiap emoticon [ :p ] yang ia bubuhkan dalam pesan-pesan singkatnya. Hati yang pintar akan mengartikan ‘Sweet dreams, darling. :p’ menjadi ‘Time to sleep, sucker. >:D’. Titik dua ’p’ yang menghapus senyum yang sempat tersungging dalam hitungan sepersekian detik. Titik dua ‘p’ yang kubenci namun selalu kubalas dengan titik dua kurung tutup atau d kapital, meski hati menolak keras. :)

Akhirnya kuputuskan menekan tombol kiri tetikus pada kata [Yes].
Jejaring sosial sialan itu tetap bersikeras, “Are you sure you want to delete ******** ****? Deleting this friend means you no longer have access to his/her profile page.”
Terbayang kembali foto-foto Prewed-nya yang tahu-tahu muncul di laman ‘Home’ tadi. Gadisnya di Jakarta yang selama ini kukira semu, ternyata nyata. Ternyata justru akulah ‘gadis Jakarta’-nya yang semu. Meski telah banyak tanda yang seharusnya menjadi bemper supaya jatuhku tidak begini babak-belur.

Tanpa berpikir lagi kutekan tombol ‘enter’. Lagi-lagi ku menghela nafas, kali ini seakan hendak menghembuskan semua rasa tentangnya yang menyesakkan dada.
Tiba-tiba telpon genggamku bergetar. Layarnya menyala. Pesan singkat darinya.

[Hargie..]

10 Oct 2010 23.58
Finally. Terima kasih buat semuanya. Semua salahku.
Ngga ada yang salah. We’re human beings. You could’ve proposed to no longer lead the girl on.. Oh well. Good luck with life. Thanks for everything too.
~so sad to think I’ve lost a good friend~
Jangan gitu dong. Sedih kalo kamu ngomong gitu.
Hanya butuh menggaristepi batas hati dengan lebih tegas lagi.

Setuju! *lega* :D
Gitu mestinya. Ga ada tuh sampe losing-a-friend-drama :D

22 Oct 2010 09.02
Morning Blessing!
Bonjour Harige-light-a!

4 thoughts on “Uyvalia Unun

  1. rasanya kayak diam-diam baca diary orang, tak diundang, but i read it anyway.
    I really like your writings,
    tapi agak terganggu ketika cerita beralih ke: “Aku tertawa membaca ulang postinganku di atas….”
    moodnya tiba-tiba banting setir dan aku tak siap. Cerita asli yang dikirim ga begitu, kan? Yang tadinya terasa seperti sedang membaca cerpen tiba-tiba jadi baca curhatan. Pun bagian sms-sms itu, too personal. Tapi pas bagian “It’s Over…” seperti menemukan nyawanya kembali. Tapi tetep terasa bolong.
    Ayo nulis teruusss! Komentarin cerpenku juga dong. Hohoho

    ps: aku ga pernah ngomentarin tulisan orang panjang lebar gini kalo tulisannya ga nyentil.

    1. Suer! Baca komentar darimu, jantungku deg-degan abis. Hihihi.. Thank you for the kind criticism. I really, really, really appreciate it. I’ll definitely keep working on my writing. Segera meluncur ke wordpressmu juga. :D Sekali lagi, terima kasih! I have a feeling we’ll be good friends. :D

  2. What a story! Aku juga punya cerita hampir mirip dengan ini kebetulan, tapi nggak bisa menuliskannya sebagus ini. Walau pun ada beberapa yang bikin agak bingung, terutama di bagian sms-sms nya (karena nggak semua eksplisit kali ya… Hehehe). Tapi overall bagus banget.

    Anyway salam kenal :) Aku juga nulis E-Love Story tapi itu tulisan pertama ku yang masih sangat awam dan sangat cupuuu.. Hahahaha…

    Well said, nice to have found your writings, inspired me to write more and more :)
    Have a visit to mine if you don’t mind :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s