Bukan Surat Cinta Bila Bisa Kaumakan.

“Sayang?” kupanggil tanpa peroleh sahutan.
Dari kamar mandi kudengar suara air diguyurkan.
Sambil mengencangkan sarung aku berjalan ke ruang makan.
Di atas meja makan terdapat secarik post-it.

“Maaf, Sayang. Hari ini tak ada surat cinta yang bisa kutuliskan.
Sepertinya kata-kata bosan dimanfaatkan untuk melancarkan sebuah hubungan.”

Di bawah songkok kutemukan sepiring penuh biskuit keping coklat yang baru saja diangkat dari panggangan.  

2 thoughts on “Bukan Surat Cinta Bila Bisa Kaumakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s