Pagi di Puncak

Tegel yang seharusnya kuning, kini warnanya tak jelas. Jejak sepatu pria penuh mengotori. Sudah seminggu tidak dipel sejak pembantu sialan itu kedapatan meminum susu Ultra anaknya.

Gina malas mengingat-ingat kejadian itu, pula kontrakan yang kotornya minta ampun. Diletakkan rokok mentolnya yang masih menyala di meja teras, untuk meraih ukulele di sebelahnya.

Petikannya mendatangkan celoteh tak jelas dari stroller merah bermerek milik Lenka. Gina menggerakkan stroller itu dengan kaki jenjangnya. “Sshh.. Mau ibu nyanyikan lagu apa, Sayang?” masih dengan kaki, memutar stroller agar putrinya menghadapnya.

Dimainkannya lagu ‘The Show’ yang gembira. Lenka bergeming, matanya kosong menatap Gina. Gina berusaha agar tetap ceria.

“Tetooot! Tetoooot!” tukang balon lewat, dan seketika mata Lenka bercahaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s