Malam Minggu

Setelah yakin mendengar suara pancuran dinyalakan dari dalam kamar mandi, Farah meletakkan kuas catnya lalu berjingkat-jingkat ke kamar kakaknya. Farah membuka laci meja rias Rayya dengan satu tujuan: mencari lipstik.

Koleksi lipstik Rayya jauh lebih banyak dari yang Farah kira. Farah tidak pernah mengira lipstik bisa begitu beragam. Ada yang mirip krayon; ada yang menggunakan kuas; ada yang di dalam tube; bahkan ada yang berbentuk pinsil. Mengingat waktunya yang terbatas, Farah mencomot lipstik pink, dipakainya buru-buru, lalu disimpannya kembali ke dalam laci.

“Ting Tong!”

Farah tersentak.
“Biar Farah yang buka!” ujarnya sambil berlari ke depan.

“Assalamu’alaikum, Farah.” ucap Mas Dhofa ramah sambil membungkuk untuk menggendong Farah seperti biasanya.

“Mas Rayyanya ada?”

3 thoughts on “Malam Minggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s